Salam kenal. Gue, Rein

Sebut gue REIN, cuma Rein. Karena latar belakang tidak pernah penting.

Nama ini temen gue yang kasih karena sepertinya dia tau kalau gue sangat menggilai hujan. Rein. Rain. Mirip kan?

Oke gue tau, maksa.

Gue cuma mahasiswi biasa yang berharap cepat keluar dari universitas sialan ini, pengen cepet-cepet bebas, ngelakuin banyak hal yang gue mau dan nggak terikat di satu tempat.  Ironisnya, gue punya potensi besar buat kelebihan semester, kelebihan banyak. Yang artinya gue akan lebih lama terjebak dalam kondisi menyebalkan ini.

Hal yang gue cintai ada banyak, salah satunya adalah travelling. Semenjak gue lahir hingga umur gue 17 tahun, gue tinggal di tempat yang sama, di salah satu kabupaten kecil di Jawa Barat. Nggak pernah kemana-mana, paling mentok tiap lebaran ke rumah saudara yang masih di satu provinsi yang sama. Setelah lulus SMA baru gue hijrah untuk kuliah di Bandung.

Mungkin itu yang bikin gue jadi seneng jalan-jalan, kelamaan berada di satu daerah dalam jangka waktu belasan tahun membuat gue bosan dan ingin melihat belahan bumi yang lain. Mungkin juga karena banyaknya racun yang gue konsumsi sejak kecil, racun sialan yang berasal dari buku-buku, dongeng anak dan berbagai macam tontonan di televisi. Membentuk gue dengan hasrat besar untuk selalu berpetualang.

Mungkin juga karena gue berharap travelling bisa mempertemukan gue dengan jodoh masa depan, contohnya abang backpaceker ganteng dan zuperr keren yang gue temui di ferry Bali-Lombok. (yang satu ini gue akan simpan ceritanya untuk lain kali). Karena seperti yang FLOR bilang, “mungkin ‘si partner’ ini adanya nggak di sini, mungkin dia ada di luar sana, makanya aku pengen travelling, biar bisa ketemu dia.”

*oh iya, gue jomblo by the way. udah akut. #promosi*

Tapi dengan status sebagai mahasiswi kebanyakan mau, travelling kece adalah salah satu hal yang agak diluar jangkauan. Kecuali kalau gue mau nggak makan selama sebulan, yang dimana itu nggak mungkin banget kecuali gue mau mati pelan-pelan.

Sebenernya nggak pernah jadi masalah kalau gue harus jadi traveler kere, menurut gue in some ways, jadi backpacker itu lebih asik daripada harus liburan mewah-mewahan. Kadang dengan akomodasi pas-pasan, di jalan gue lebih banyak menemukan hal menarik yang bisa jadi pembelajaran bagi diri gue sendiri.

Dan ini, adalah catatan kecil dari perjalanan-perjalanan gue, yang mungkin memang masih di situ-situ aja. (gue masih kuliah, remember? Dan hal tersebut dengan brengseknya bikin gue jadi nggak bisa jalan jauh-jauh kecuali lagi liburan. Dan oh waktu liburan juga nggak bakalan lagi bisa gue pake seenak jidat untuk pergi-pergi karena tuntutan perkuliahan. Damn those internship program!)

Ini adalah catatan kecil yang gue dan FLOR bikin ketika melakukan perjalanan-perjalan kami, dua orang cewek yang kadang suka menyesatkan diri sendiri di dunia yang luas ini. dua cewek rada gila yang anti mainstream, menolak hidup normal dengan rutinitas harian yang stabil, oh membosankan kalau gue bilang. Cewek-cewek aneh yang kepengen banget bisa hidup nomaden bertahun-tahun yang akan datang.

Enjoy the journeys. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s